Notification

×

Kode Iklan Disini

Kode Iklan Disini

Manager PTPN II Patumbak Akui Banyak Sawit Hilang,Negara Rugi,Pengamanan Dipertanyakan

Selasa, 20 Februari 2024 | Februari 20, 2024 WIB Last Updated 2024-02-20T11:17:57Z
Keterangan Foto: Manager PTPN II,Patumbak,Deli serdang.sumber foto (Artikel LBH Medan)

Deli Serdang] Manager PTPN II Patumbak mengakui banyaknya pencurian dikebun sawit PTP II Di dusun V,Desa Patumbak I,Kecamatan Patumbak,Kabupaten Deli serdang.


Hal itu diteriakkan oleh Manager PTP II itu dengan lantang saat salah seorang warga Patumbak 1 Gutul(40) yang anaknya dituduh mencuri sawit pada sabtu(17/2/24) siang meragukan pencurian buah kelapa sawit yang dituduh oleh pihak PTP II dilakukan anaknya pada siang hari.


"Logika aja anakku mencuri sawit disiang hari,begitu banyaknya satpam dan Tentara,padahal anakku manen sawit dilahan keluarga kami,keluarga kami yang suruh,polisi juga yang nyuruh,ngak mungkin anak kami nyuri,"Tegas Gutul membela anaknya.

Namun sejurus kemudian oknum Manager PTP II yang belum diketahui namanya itu membantah perkataan Gutul.


"Gak mungkin kalian bilang,itu brondolan dibelakang kantor ini sawit dicuri itu kami amankan,"Beber Manager berkepala botak licin tersebut.


Sontak bantahan tersebut dijawab kembali oleh Gutul yang saat itu didampingi oleh oknum wartawan yang juga kerabatnya dengan mempertanyakan keamanan yang begitu ketat namun PTP II kerap mengalami pencurian.


"Jadi kalau sering hilang apa gunanya banyak satpam disini,bahkan ada banyak tentara jaga di kebun ini," Teriak Gutul yang tak dapat dijawab kembali oleh pihak PTP II.


Dari pengakuan Manager PTP II terkait maraknya pencurian di lahan kebun sawit milik Negara itu,diduga Negara mengalami kerugian besar,mulai dari hilangnya buah sawit,hingga anggaran Negara yang dikeluarkan untuk membayar gaji pengamanan mulai dari Security hinggan beberapa oknum Anggota TNI disana.


Kementerian BUMN Erik Tohir pun diminta untuk segera mengaudit kerugian Negara dan meninjau kembali Jabatan Manager PTP II yang diduga gagal mengelola perusahaan milik Negara tersebut.(Tim)